TESIA 2026 Resmi Dibuka, Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia dan Warren Wilson College Lanjutkan Persahabatan Lintas Bangsa

Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Gadjah Mada (UGM), untuk kelima kalinya menyelenggarakan program Teman Indonesia (TESIA), hasil kerja sama dengan Warren Wilson College (WWC), Asheville, North Carolina, Amerika Serikat. Sesi pembukaan program ini akan digelar secara daring lewat platform Zoom pada Jumat, 4 September 2026.

Sejak pertama kali digagas lima tahun lalu, TESIA konsisten hadir sebagai wadah pertemuan mahasiswa dari dua latar akademik dan budaya yang jauh berbeda. Dalam praktiknya, mahasiswa Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia FIB UGM mengambil peran ganda: menjadi tutor sekaligus kawan diskusi bagi mahasiswa Warren Wilson College yang tengah mempelajari bahasa dan budaya Indonesia. Di sisi lain, mahasiswa UGM pun tak hanya memberi, tapi juga menerima. Mereka belajar berkomunikasi lintas budaya sambil menyelami cara pandang dan keseharian rekan-rekan mereka dari Amerika Serikat.

Ketua Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia FIB UGM, Dr. Novi Siti Kussuji Indrastuti, M.Hum., memandang bahasa dalam konteks TESIA bukan sekadar soal kosakata atau tata bahasa, melainkan pintu masuk untuk memahami kebudayaan secara lebih utuh. Ia menyebut, obrolan ringan seputar keseharian, kuliner, musik, film, sastra, hingga tradisi justru menjadi ruang paling efektif bagi kedua belah pihak untuk saling mengenal sekaligus memahami perbedaan yang ada.

“TESIA bukan hanya tentang belajar bahasa Indonesia. TESIA adalah tentang belajar mengenal satu sama lain. Dari percakapan-percakapan sederhana dapat tumbuh persahabatan yang melintasi bahasa, budaya, dan batas negara,” ujarnya.

Tak lupa, Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia FIB UGM menyampaikan terima kasih kepada Prof. Siti Kusujiarti dari Warren Wilson College, yang dinilai berperan besar menjaga kerja sama ini tetap berjalan hingga memasuki tahun kelimanya. Harapannya, program ini tak sekadar bertahan, tapi juga semakin memperluas jejaring internasional serta membekali mahasiswa dengan pengalaman langsung dalam mengasah keterbukaan, empati, kemampuan berkomunikasi lintas budaya, dan wawasan global.

Dengan mengangkat tema “Different Places, Shared Stories, A Brighter Tomorrow”, TESIA 2026 mengajak para pesertanya untuk belajar bahasa Indonesia, menjelajahi keberagaman budaya, menjalin pertemanan baru, sekaligus memperluas cara pandang secara global — sebuah penegasan bahwa jarak geografis bukan penghalang untuk saling mengenal dan belajar satu sama lain.

Program TESIA turut selaras dengan sejumlah target Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) lewat pembelajaran bahasa dan budaya lintas negara yang saling melengkapi, SDG 10 (Berkurangnya Kesenjangan) melalui ruang dialog yang mempertemukan mahasiswa dari latar sosial dan budaya berbeda secara setara, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) yang tercermin dari kerja sama internasional berkelanjutan antara FIB UGM dan Warren Wilson College yang telah berjalan hingga tahun kelima.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*