Yogyakarta, 19 Agustus 2026 – Dalam rangka menyongsong Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81, Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UGM menggelar acara budaya bertajuk “Panggung Puisi untuk Negeri”. Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama antara Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia FIB UGM, Rumah Sakit Akademik (RSA) UGM, dan Komunitas Kagama Poetry Reading. Acara berlangsung pada Minggu, 16 Agustus 2026, bertempat di Joglo Kumbakarna, Rumah Sakit Akademik (RSA) UGM, dan mulai pukul 15.00 WIB.
Mengusung tema “Merayakan Kemerdekaan: Melalui Kata, Merawat Negeri dengan Puisi”, acara ini bertujuan untuk meningkatkan semangat kebangsaan, menghidupkan daya kritis, serta merawat rasa cinta tanah air. Puisi dinilai sebagai suara hati yang menjadi jembatan antara masa lalu, masa kini, dan masa depan Indonesia.
Acara dibuka dengan sambutan dari Dr. Novi Siti Kussuji Indrastuti, M.Hum. Selanjutnya, acara dilanjutkan dengan sambutan sekaligus pembacaan puisi oleh Direktur Utama RSA UGM, Dr. dr. Darwito, S.H., Sp.B.Subsp.Onk. (K).
Sejumlah pembaca puisi turut memeriahkan acara ini, di antaranya dua dosen Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia FIB UGM, yaitu Dr. Novi Siti Kussuji Indrastuti, M.Hum. dan Asef Saeful Anwar, S.S., M.A. Selain itu, tampil pula mahasiswa-mahasiswa berprestasi dari Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia, salah satunya Deni Maulana yang merupakan mahasiswa berprestasi UGM.
Para peserta yang hadir tampak kompak mengenakan pakaian dengan dresscode nuansa merah putih. Melalui kegiatan ini, Kagama Poetry Reading bersama seluruh peserta berhasil menunjukkan kekompakan dalam merayakan kemerdekaan melalui karya puisi.
Kegiatan “Panggung Puisi untuk Negeri” ini sejalan dengan upaya mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDGs 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penguatan literasi dan apresiasi sastra, serta SDGs 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh) melalui penguatan nilai-nilai kebangsaan dan persatuan.
[Penulis: Huang Chun Mei & G. Nathania Yolanda]