MONEV

2024/2025

PEMBELAJARAN

KEPUASAN MAHASISWA

TRACER STUDY

EDOM

Hasil evaluasi EDOM Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia Tahun Akademik 2024/2025 menunjukkan tingkat kepuasan mahasiswa dalam kategori sangat baik dengan nilai Grand Total 3,58 dari 4,00. Keunggulan utama terletak pada penguasaan materi dosen (3,72) dan kesempatan berdiskusi (3,64), sementara aspek yang perlu ditingkatkan terutama kemudahan memahami penyampaian materi (3,41) dan motivasi belajar mahasiswa (3,52). Sebagai tindak lanjut, program studi mendorong penerapan pembelajaran yang lebih komunikatif, interaktif, sistematis, dan variatif melalui contoh konkret, studi kasus, diskusi, serta media pembelajaran yang inovatif untuk meningkatkan efektivitas dan pengalaman belajar mahasiswa.

2025/2026

PEMBELAJARAN

KEPUASAN MAHASISWA

TRACER STUDY

EDOM

Hasil evaluasi EDOM Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia Tahun Akademik 2025/2026 menunjukkan tingkat kepuasan mahasiswa dalam kategori sangat baik dengan nilai Grand Total 3,53 dari 4,00. Aspek yang menjadi keunggulan utama adalah penguasaan bahan perkuliahan oleh dosen (3,67), ketepatan kehadiran dosen (3,59), serta optimalisasi waktu perkuliahan (3,58). Sementara itu, aspek yang masih perlu ditingkatkan meliputi kesesuaian kuis dengan beban studi (3,47), kemudahan memperoleh sumber bahan perkuliahan dan kesesuaian tugas (masing-masing 3,48), serta pemahaman mahasiswa terhadap materi yang disampaikan dosen (3,42). Hasil ini menjadi dasar bagi upaya peningkatan pembelajaran yang lebih komunikatif, sistematis, dan mudah dipahami guna memperkuat pengalaman serta motivasi belajar mahasiswa.

KEPUASAN MAHASISWA

Survei evaluasi pelayanan kampus kembali dilakukan untuk mengukur sejauh mana tingkat kepuasan mahasiswa terhadap berbagai aspek pelayanan akademik dan fasilitas yang disediakan. Penilaian ini mengacu pada 5 dimensi kualitas pelayanan (Service Quality), yaitu Tangibles, Reliability, Responsiveness, Assurance, dan Empathy.

Berdasarkan data yang terkumpul, mayoritas mahasiswa menyatakan Sangat Baik dan Baik terhadap seluruh dimensi layanan yang diberikan. Berikut adalah distribusi persentase kepuasan mahasiswa:

1. Assurance (Jaminan & Profesionalisme) – Skor Tertinggi

Dimensi Assurance mendapatkan persentase kepuasan tertinggi pada kategori Sangat Baik (40.69%) dan 0.00% pada kategori Kurang.

Analisis: Hal ini menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki tingkat kepercayaan yang sangat tinggi terhadap kualitas, kompetensi, dan profesionalisme dosen maupun staf kependidikan. Kesesuaian kurikulum dengan kebutuhan lulusan serta pemahaman staf administrasi dinilai sangat memuaskan.

2. Responsiveness (Ketanggapan) – Paling Sedikit Keluhan

Dimensi Responsiveness mencatatkan hasil positif dengan 86.36% mahasiswa merasa puas (kombinasi Sangat Baik dan Baik) serta keluhan terendah pada kategori Kurang (1.14%).

Analisis: Staf perpustakaan, staf Tata Usaha, dan Dosen Wali dinilai sangat sigap dan terbuka dalam memberikan bantuan, berdiskusi, serta menangani keluhan akademik mahasiswa.

3. Reliability (Keandalan) – Konsistensi Tinggi

Lebih dari separuh responden (50.38%) menilai dimensi ini pada kategori Baik.

Analisis: Sistem akademik, keakuratan data perpustakaan, ketepatan waktu perkuliahan oleh dosen, serta kejelasan informasi administrasi dinilai sudah berjalan konsisten dan sesuai standar yang diharapkan.

4. Empathy (Kepedulian & Perhatian)

Aspek Empathy memperoleh skor kepuasan gabungan (Sangat Baik + Baik) sebesar 81.10%.

Analisis: Perhatian adil dari dosen di kelas, bantuan aktif dari staf perpustakaan, serta bimbingan dan pemantauan perkembangan akademik oleh Dosen Wali dirasakan cukup hangat dan personal oleh mahasiswa.

5. Tangibles (Bukti Fisik) – Area Evaluasi Utama

Meskipun 80.12% mahasiswa menyatakan puas, dimensi Tangibles mencatatkan kategori Cukup tertinggi (17.05%).

Analisis: Penilaian ini mencakup kelayakan dan kebersihan gedung, sarana ruang kuliah (AC, proyektor, steker), laboratorium, serta keandalan jaringan internet. Nilai kategori Cukup yang cukup signifikan menandakan bahwa sektor fasilitas fisik dan infrastruktur jaringan internet perlu menjadi prioritas pembenahan dan perawatan berlanjut.