MONEV

2024/2025

SURVEY KEPUASAN MAHASISWA

Assurance (Jaminan dan Profesionalisme) menjadi dimensi dengan penilaian tertinggi, yaitu 40,69% pada kategori Sangat Baik dan tidak terdapat penilaian Kurang. Hasil ini menunjukkan tingginya kepercayaan mahasiswa terhadap kompetensi dan profesionalisme dosen maupun tenaga kependidikan, termasuk kesesuaian kurikulum dan kualitas layanan administrasi.

Responsiveness (Ketanggapan) memperoleh tingkat kepuasan sebesar 86,36%, dengan penilaian Kurang hanya 1,14%. Hal ini mencerminkan bahwa staf perpustakaan, Tata Usaha, dan Dosen Wali dinilai tanggap dalam memberikan layanan, membantu mahasiswa, serta merespons berbagai persoalan akademik.

Reliability (Keandalan) menunjukkan hasil yang baik dengan 50,38% responden memberikan penilaian pada kategori Baik. Penilaian tersebut menggambarkan bahwa layanan akademik, data perpustakaan, pelaksanaan perkuliahan, dan penyampaian informasi administrasi telah berjalan cukup konsisten dan dapat diandalkan.

Empathy (Kepedulian) memperoleh tingkat kepuasan gabungan sebesar 81,10%. Mahasiswa merasakan adanya perhatian yang baik dari dosen, staf perpustakaan, dan Dosen Wali, terutama dalam pemberian bantuan, pendampingan, serta pemantauan perkembangan akademik.

Tangibles (Bukti Fisik) memperoleh tingkat kepuasan sebesar 80,12%, tetapi memiliki persentase kategori Cukup tertinggi, yaitu 17,05%. Temuan ini menunjukkan perlunya peningkatan pada aspek fasilitas fisik dan pendukung pembelajaran, khususnya kondisi ruang kuliah, laboratorium, perangkat pembelajaran, serta kualitas jaringan internet.

Secara keseluruhan, tingkat kepuasan mahasiswa terhadap kualitas layanan berada pada kategori baik hingga sangat baik. Aspek Assurance menjadi kekuatan utama karena menunjukkan tingginya kepercayaan mahasiswa terhadap kompetensi dan profesionalisme dosen serta tenaga kependidikan. Dimensi Responsiveness, Reliability, dan Empathy juga memperlihatkan bahwa layanan akademik telah diberikan secara tanggap, konsisten, dan memperhatikan kebutuhan mahasiswa. Meskipun Tangibles memperoleh tingkat kepuasan yang cukup tinggi, aspek ini masih menjadi bagian yang paling memerlukan perhatian, terutama terkait fasilitas pembelajaran dan jaringan internet. Dengan demikian, kualitas layanan perlu dipertahankan pada aspek sumber daya manusia dan layanan akademik, disertai peningkatan secara berkelanjutan pada sarana dan prasarana pendukung pembelajaran.

TRACER STUDY

Program Studi S1 Bahasa dan Sastra Indonesia memanfaatkan pelaksanaan Tracer Study 2025 untuk memetakan kondisi serta jalur karier para alumni setelah menyelesaikan pendidikan. Penelusuran tahun 2025 ini memberikan data spesifik mengenai kesesuaian pekerjaan dengan kompetensi perkuliahan, lama waktu tunggu lulusan untuk memperoleh pekerjaan, perkembangan karier, hingga masukan langsung terkait kebutuhan di dunia kerja. Seluruh informasi tersebut menjadi landasan penting bagi program studi dalam memahami karakter lulusan sekaligus bahan evaluasi menyeluruh terhadap penyelenggaraan pendidikan ke depannya. 

Pelaksanaan Tracer Study (pelacakan lulusan) di tingkat universitas masih menghadapi berbagai keterbatasan teknis dan operasional yang memerlukan evaluasi berkelanjutan. Salah satu kendala utama adalah kendala komunikasi, di mana informasi permohonan pengisian survei sering kali tidak sampai secara langsung kepada alumni, sehingga memicu urgensi pemutakhiran data berkala baik dari pihak universitas maupun alumni itu sendiri. Selain itu, keengganan alumni untuk berpartisipasi dalam pengisian survei menjadi tantangan tersendiri; hal ini perlu diantisipasi melalui sosialisasi secara masif mengenai tujuan dan manfaat Tracer Study yang ditanamkan sejak mahasiswa baru masuk, saat sidang tugas akhir/yudisium, hingga momentum wisuda. Keterbatasan juga timbul dari sisi teknis akibat perkembangan sistem informasi yang terus berubah menyesuaikan pembaruan kuesioner dan kebutuhan data. Guna memastikan pembaruan sistem dan kebutuhan data berjalan secara paralel serta lancar, diperlukan koordinasi yang lebih intensif dan penetapan prioritas antara tim pelaksana Tracer Study dengan tim teknis sistem informasi.

Di sisi lain, pemanfaatan hasil Tracer Study memegang peranan yang sangat strategis bagi pengembangan perguruan tinggi. Data yang diperoleh berfungsi untuk menjaring masukan dalam perbaikan kurikulum guna menghasilkan lulusan berkarakter, sekaligus menggali informasi dari alumni terkait perkembangan kompetensi yang dibutuhkan pasar kerja sebagai bahan pembenahan sistem pembelajaran. Melalui penelusuran ini, universitas dapat menginventarisasi kemanfaatan yang dirasakan alumni selama menempuh pendidikan di UGM, memetakan tempat dan bidang kerja, serta mengukur waktu tunggu lulusan dalam memperoleh pekerjaan untuk memperkuat jaringan alumni. Lebih jauh lagi, hasil studi ini menjadi acuan utama untuk memperoleh informasi kesiapan kerja lulusan sesuai target Indikator Kinerja Utama (IKU) 1, menjalin jejaring dan kerja sama strategis dengan mitra pengguna lulusan (IKU 2 dan IKU 6), serta memetakan peran dan kontribusi alumni dalam mendukung pengembangan perguruan tinggi secara keseluruhan melalui umpan balik yang konstruktif.

EDOM

Hasil evaluasi EDOM Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia Tahun Akademik 2024/2025 menunjukkan tingkat kepuasan mahasiswa dalam kategori sangat baik dengan nilai Grand Total 3,58 dari 4,00. Keunggulan utama terletak pada penguasaan materi dosen (3,72) dan kesempatan berdiskusi (3,64), sementara aspek yang perlu ditingkatkan terutama kemudahan memahami penyampaian materi (3,41) dan motivasi belajar mahasiswa (3,52). Sebagai tindak lanjut, program studi mendorong penerapan pembelajaran yang lebih komunikatif, interaktif, sistematis, dan variatif melalui contoh konkret, studi kasus, diskusi, serta media pembelajaran yang inovatif untuk meningkatkan efektivitas dan pengalaman belajar mahasiswa.

2025/2026

SURVEY KEPUASAN MAHASISWA

Assurance (Jaminan dan Profesionalisme) menjadi dimensi dengan penilaian tertinggi, yaitu 40,69% pada kategori Sangat Baik dan tidak terdapat penilaian Kurang. Hasil ini menunjukkan tingginya kepercayaan mahasiswa terhadap kompetensi dan profesionalisme dosen maupun tenaga kependidikan, termasuk kesesuaian kurikulum dan kualitas layanan administrasi.

Responsiveness (Ketanggapan) memperoleh tingkat kepuasan sebesar 86,36%, dengan penilaian Kurang hanya 1,14%. Hal ini mencerminkan bahwa staf perpustakaan, Tata Usaha, dan Dosen Wali dinilai tanggap dalam memberikan layanan, membantu mahasiswa, serta merespons berbagai persoalan akademik.

Reliability (Keandalan) menunjukkan hasil yang baik dengan 50,38% responden memberikan penilaian pada kategori Baik. Penilaian tersebut menggambarkan bahwa layanan akademik, data perpustakaan, pelaksanaan perkuliahan, dan penyampaian informasi administrasi telah berjalan cukup konsisten dan dapat diandalkan.

Empathy (Kepedulian) memperoleh tingkat kepuasan gabungan sebesar 81,10%. Mahasiswa merasakan adanya perhatian yang baik dari dosen, staf perpustakaan, dan Dosen Wali, terutama dalam pemberian bantuan, pendampingan, serta pemantauan perkembangan akademik.

Tangibles (Bukti Fisik) memperoleh tingkat kepuasan sebesar 80,12%, tetapi memiliki persentase kategori Cukup tertinggi, yaitu 17,05%. Temuan ini menunjukkan perlunya peningkatan pada aspek fasilitas fisik dan pendukung pembelajaran, khususnya kondisi ruang kuliah, laboratorium, perangkat pembelajaran, serta kualitas jaringan internet.

Secara keseluruhan, tingkat kepuasan mahasiswa terhadap kualitas layanan berada pada kategori baik hingga sangat baik. Aspek Assurance menjadi kekuatan utama karena menunjukkan tingginya kepercayaan mahasiswa terhadap kompetensi dan profesionalisme dosen serta tenaga kependidikan. Dimensi Responsiveness, Reliability, dan Empathy juga memperlihatkan bahwa layanan akademik telah diberikan secara tanggap, konsisten, dan memperhatikan kebutuhan mahasiswa. Meskipun Tangibles memperoleh tingkat kepuasan yang cukup tinggi, aspek ini masih menjadi bagian yang paling memerlukan perhatian, terutama terkait fasilitas pembelajaran dan jaringan internet. Dengan demikian, kualitas layanan perlu dipertahankan pada aspek sumber daya manusia dan layanan akademik, disertai peningkatan secara berkelanjutan pada sarana dan prasarana pendukung pembelajaran.

TRACER STUDY

Yogyakarta, 13 Agustus 2026 — Program Studi S1 Bahasa dan Sastra Indonesia terus berupaya menjaga relevansi pembelajaran dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan karier lulusan. Salah satu upaya tersebut dilakukan melalui pemanfaatan hasil tracer study sebagai bahan evaluasi dan dasar pengembangan pembelajaran secara berkelanjutan.

Hasil tracer study tahun 2026 memberikan gambaran mengenai pengalaman alumni, bidang pekerjaan, kompetensi yang dibutuhkan, serta masukan untuk pengembangan pembelajaran. Informasi tersebut menjadi bahan bagi Program Studi untuk mengevaluasi kesesuaian kompetensi yang diperoleh mahasiswa selama kuliah dengan tuntutan dunia kerja.

Memperkuat Pembelajaran Berbasis Praktik

Alumni menekankan pentingnya pengalaman praktis selama masa studi. Pembelajaran diharapkan tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengerjakan proyek nyata, mengikuti praktek kerja, melakukan simulasi dunia kerja, dan berinteraksi dengan lembaga atau industri.

Masukan tersebut mendorong Program Studi untuk mengembangkan pembelajaran yang lebih kontekstual dan aplikatif. Hal ini penting mengingat lulusan Bahasa dan Sastra Indonesia bekerja di berbagai bidang, seperti pendidikan, penerbitan, media, edutech, digital marketing, administrasi, perbankan, hingga bidang komunikasi dan pengelolaan informasi.

Penguatan Kompetensi Digital dan Soft Skills

Hasil tracer study juga menunjukkan pentingnya penguasaan teknologi, termasuk Microsoft Excel, Google Workspace, pengolahan dan analisis data, perangkat lunak industri, serta pemanfaatan kecerdasan buatan (AI). Kompetensi tersebut perlu semakin diintegrasikan dalam pembelajaran agar lulusan mampu beradaptasi dengan perubahan dunia kerja.

Selain kompetensi teknis, alumni menyoroti pentingnya soft skills, seperti komunikasi, public speaking, kerjasama, kepemimpinan, negosiasi, problem solving, networking, dan kemampuan beradaptasi. Oleh karena itu, kegiatan presentasi, diskusi, kerja kelompok, proyek kolaboratif, dan pembelajaran berbasis masalah terus didorong sebagai bagian dari proses pembelajaran.

Memperluas Magang dan Kolaborasi dengan Dunia Kerja

Masukan alumni juga menjadi dasar untuk memperkuat kesempatan magang dan pengalaman kerja mahasiswa. Program Studi terus mendorong pengembangan jejaring dengan lembaga pendidikan, penerbit, media, industri kreatif, perusahaan, dan berbagai institusi lainnya melalui magang, kuliah praktisi, pelatihan, proyek kolaboratif, serta kegiatan pembelajaran berbasis pengalaman.

Pengalaman praktis tersebut diharapkan dapat membantu mahasiswa memahami dunia kerja sekaligus membangun portofolio profesional di bidang penerbitan, editorial, penulisan kreatif, jurnalistik, content writing, copywriting, pengajaran, BIPA, penelitian bahasa, komunikasi, dan pengelolaan informasi.

Mendukung Kesiapan Karier Lulusan

Tracer study juga memberikan masukan mengenai perlunya penguatan informasi dan persiapan karir mahasiswa. Program Studi dapat menindaklanjutinya melalui pelatihan penyusunan CV dan portofolio, simulasi wawancara, pengenalan berbagai profesi, informasi lowongan kerja, serta kegiatan berbagi pengalaman bersama alumni.

Dengan demikian, mahasiswa memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai peluang karier dan mampu menghubungkan kompetensi yang diperoleh selama perkuliahan dengan kebutuhan dunia profesional.

Tracer Study sebagai Dasar Perbaikan Berkelanjutan

Bagi Program Studi S1 Bahasa dan Sastra Indonesia, tracer study tidak sekadar menjadi kegiatan pengumpulan data alumni, tetapi juga bagian dari siklus evaluasi dan peningkatan mutu pembelajaran. Masukan alumni dimanfaatkan untuk mengidentifikasi kompetensi yang perlu diperkuat, mengevaluasi metode pembelajaran, memperluas pengalaman praktis, meningkatkan kerja sama dengan dunia kerja, dan mendukung kesiapan karir mahasiswa.

Melalui pemanfaatan hasil tracer study secara berkelanjutan, Program Studi berkomitmen untuk terus mendengarkan pengalaman alumni dan menerjemahkan masukan tersebut menjadi perbaikan nyata. Dengan demikian, kualitas pembelajaran tidak hanya tercermin dari proses di dalam kelas, tetapi juga dari kesiapan lulusan untuk beradaptasi, berkarya, dan berkontribusi di tengah dinamika dunia kerja.

EDOM

Hasil evaluasi EDOM Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia Tahun Akademik 2025/2026 menunjukkan tingkat kepuasan mahasiswa dalam kategori sangat baik dengan nilai Grand Total 3,53 dari 4,00. Aspek yang menjadi keunggulan utama adalah penguasaan bahan perkuliahan oleh dosen (3,67), ketepatan kehadiran dosen (3,59), serta optimalisasi waktu perkuliahan (3,58). Sementara itu, aspek yang masih perlu ditingkatkan meliputi kesesuaian kuis dengan beban studi (3,47), kemudahan memperoleh sumber bahan perkuliahan dan kesesuaian tugas (masing-masing 3,48), serta pemahaman mahasiswa terhadap materi yang disampaikan dosen (3,42). Hasil ini menjadi dasar bagi upaya peningkatan pembelajaran yang lebih komunikatif, sistematis, dan mudah dipahami guna memperkuat pengalaman serta motivasi belajar mahasiswa.