Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Gadjah Mada, menyelenggarakan kegiatan keprodian sebagai bagian dari rangkaian PIONIR Gadjah Mada 2026 bagi mahasiswa baru. Kegiatan ini bertujuan memperkenalkan lingkungan akademik Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia sekaligus membekali mahasiswa dengan informasi penting mengenai kehidupan perkuliahan. Ketua Program Studi, Dr. Novi Siti Kussuji I., M.Hum., membuka kegiatan dengan menyampaikan sambutan serta memperkenalkan visi dan misi program studi yang berorientasi pada pengembangan ilmu bahasa dan sastra Indonesia berbasis kearifan lokal, transformasi digital, dan kolaborasi global. Selain itu, mahasiswa baru juga memperoleh penjelasan mengenai Kurikulum 2025, sistem evaluasi akademik, serta gambaran mata kuliah yang akan ditempuh pada semester pertama.
Dalam sesi pengenalan, mahasiswa baru diperkenalkan kepada dosen-dosen Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia beserta bidang keilmuan yang menjadi kepakarannya, mulai dari linguistik, sastra, filologi, penerjemahan, hingga penulisan kreatif. Mahasiswa juga mendapatkan informasi mengenai peran dosen pembimbing akademik (DPA), layanan administrasi, serta kanal informasi resmi program studi yang akan mendukung proses belajar selama menempuh pendidikan di Universitas Gadjah Mada. Melalui kegiatan keprodian ini, diharapkan mahasiswa baru Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia dapat mengenal lingkungan akademik secara lebih dekat, membangun komunikasi dengan sivitas akademika, serta mempersiapkan diri untuk menjalani proses perkuliahan dengan semangat, tanggung jawab, dan integritas. Kegiatan keprodian ini sejalan dengan komitmen Universitas Gadjah Mada dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) poin 4: Quality Education (Pendidikan Berkualitas) melalui penyediaan akses informasi akademik bagi mahasiswa baru. Melalui pengenalan kurikulum, sistem pembelajaran, serta layanan akademik sejak awal masa studi, Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia berupaya membangun lingkungan belajar yang inklusif, adaptif, dan berkualitas. Bekal tersebut diharapkan mampu mendukung mahasiswa dalam mengembangkan potensi akademik maupun nonakademik selama menempuh pendidikan di Universitas Gadjah Mada.