Banner homepage

AKADEMIK

KURIKULUM

Kurikulum Program Studi
Bahasa dan Sastra Indonesia
2021

Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia berkomitmen mengembangkan disiplin kebahasaan dan kesastraan Indonesia secara komprehensif, kritis, dan kontekstual untuk menjawab kebutuhan akademik dan profesional di tingkat nasional maupun internasional. Komitmen ini diwujudkan melalui penguatan landasan teoretis, analitis, dan aplikatif yang mendukung pemahaman terhadap bahasa dan sastra sebagai bagian penting dari perkembangan masyarakat dan kebudayaan Indonesia.

Visi tersebut diarahkan untuk membentuk lulusan yang memiliki kualifikasi dan kompetensi yang mampu menjawab tantangan zaman. Program studi menekankan pentingnya penguasaan ilmu kebahasaan dan kesastraan yang disertai kemampuan berpikir kritis, ketajaman analitis, dan kepekaan terhadap dinamika sosial-budaya. Lulusan diharapkan mampu mengembangkan ilmu yang dipelajarinya dan memberikan kontribusi akademik maupun profesional secara berkelanjutan.

Dalam menjalankan kegiatan akademik, Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia mengedepankan nilai kebinekaan dengan menjunjung asas Bhinneka Tunggal Ika sebagai dasar pembentukan sikap ilmiah dan etika profesi. Lulusan dituntut memiliki wawasan inklusif, kemampuan adaptif, serta kesiapan menghadapi perubahan yang cepat di era globalisasi. Dengan demikian, mereka mampu bersaing dan berkontribusi dalam berbagai konteks nasional maupun internasional.

Program studi Bahasa dan Sastra Indonesia juga bertujuan menghasilkan lulusan yang kreatif dan inovatif dalam menghadapi tantangan dunia kerja. Lulusan didorong untuk menciptakan peluang kerja baru atau mengisi kebutuhan profesi yang sedang berkembang dengan menerapkan keilmuan secara profesional. Melalui pembekalan akademik dan praktik yang terintegrasi, lulusan diharapkan mampu menjalankan tugasnya dengan kompeten serta memberikan kontribusi nyata dalam berbagai bidang yang relevan dengan bahasa dan sastra Indonesia.

Kurikulum Program Studi
Bahasa dan Sastra Indonesia
2025

Pada tahun 2026 ini Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia akan memberlakukan kurikulum baru yang tersusun berdasarkan berbagai penyesuaian dan evaluasi. Penyesuaian dan evaluasi ini dilakukan secara menyeluruh melalui peninjauan ulang terhadap visi perguruan tinggi, kebutuhan masyarakat, sinyal pasar, dan isu keilmuan di bidang terkait. Berdasarkan penyesuaian dan evaluasi tersebut pula kemudian dilakukan beberapa pengembangan. Pertama, kurikulum direviu oleh peer review berkenaan dengan isi dan pengorganisasiannya yang didasarkan pada panduan penyusunan kurikulum UGM dan FIB UGM. Penyesuain terhadap visi, baik visi UGM, FIB, maupun Prodi Basindo, dilakukan dengan merekonstruksi mata-mata kuliah untuk disesuaikan dengan perkembangan ilmu bahasa dan sastra Indonesia dan menjadi mata kuliah unggulan program studi, seperti mata kuliah Penulisan Kreatif (Creative Writing). Kedua, penyesuaian ini juga dilakukan dengan menambahkan mata-mata kuliah universitas yang merupakan respons terhadap perkembangan ilmu di era mutakhir secara general (perkembangan information and communications technology, Era Society 5.0 bersama fenomena Artificial Intelligence (AI), Internet of Things (IoT), dan robotika), misalnya mata kuliah Bahasa dan Sastra Indonesia Digital. Ketiga, penyesuaian terhadap sinyal pasar dilakukan dengan menambahkan mata-mata kuliah yang relevan dengan tuntutan pasar yang sesuai dengan bidang bahasa dan sastra Indonesia, seperti mata kuliah Manajemen Pertunjukan Bahasa dan Sastra Indonesia dan Manajemen Festival Bahasa dan Sastra Indonesia, serta dengan mengarahkan mahasiswa untuk mengambil mata kuliah pilihan yang dimungkinkan untuk diintegrasikan dengan mata-mata kuliah Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia. Keempat, penyesuaian terhadap kebutuhan masyarakat dilakukan dengan mendesain mata-mata kuliah yang disesuaikan dengan hasil tracer study, yaitu dengan melihat relevansinya dengan ketercapaian sasaran kurikulum dengan kebutuhan pemangku kepentingan, masukan dosen dan mahasiswa untuk melihat suasana pembelajaran, berbagai indikator keberhasilan lain, juga benchmarking dengan melihat kurikulum program studi sejenis atau program studi yang memiliki kaitan dan memiliki irisan pada perguruan tinggi lain, baik di dalam maupun luar negeri, serta mempertimbangkan masukan dari asosiasi prodi (Perkumpulan Program Studi Bahasa Sastra Indonesia Cendekia [PROBSI Cendekia]) yang diperoleh dalam pertemuan terakhir pada 21-22 Oktober 2025 di Surabaya. Berbagai penyesuaian tersebut dilaksanakan sesuai dengan kerangka besar regulasi yang mendasarinya yakni, Peraturan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Nomor 39 Tahun 2025 tentang Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi dan Peraturan Rektor Universitas Gadjah Mada Nomor 19 Tahun 2025.

Kurikulum Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia tahun 2026 ini didesain untuk mencakup lama studi mahasiswa dalam 8 (delapan) semester dengan jumlah SKS antara 144–153 SKS. Besaran SKS tersebut meliputi Mata Kuliah Kurikulum Universitas (MKKU) 23 SKS; Mata Kuliah Kurikulum Fakultas (MKKF) 4 SKS; Mata Kuliah Kurikulum Inti Program Studi (MKKIPS) 87 SKS; serta kurikulum Muatan Transdisiplin dan/atau Mata Kuliah Pilihan 30 SKS. Untuk Mata Kuliah Pilihan (MKP) dengan akumulasi paling tinggi 30 SKS.Maksimum jumlah SKS pada semester 1 dan semester 2 adalah sebanyak 20 SKS. 

Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia menggunakan dua tipe kurikulum pengembangan transdisiplin, yaitu tipe 4 dan 7. Kurikulum pengembangan transdisiplin tipe 4 terdiri atas Mata Kuliah Kurikulum Universitas (MKKU) 23 SKS; Mata kuliah Kurikulum Fakultas (MKKF) 4 SKS; Mata Kuliah Kurikulum Inti Program Studi (MKKIPS) 87 SKS; serta kurikulum Muatan Transdisiplin dan/atau Mata Kuliah Pilihan 30 SKS. Mata Kuliah Pilihan (MKP) dengan akumulasi paling tinggi 30 SKS. Sementara itu, tipe 7 terdiri atas Mata Kuliah Kurikulum Universitas (MKKU) 23 SKS; Mata kuliah Kurikulum Fakultas (MKKF) 4 SKS; Mata Kuliah Kurikulum Inti Program Studi (MKKIPS) 87 SKS; Mata Kuliah Pendalaman Program Studi (MKPPS) 16 SKS; dan dan Mata Kuliah Pilihan (MKP) dengan akumulasi paling tinggi 14 SKS.