Warisan Dunia dalam Genggaman Anak: Kolaborasi Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia UGM, ISI Yogyakarta, dan TU Wien Hadirkan Pameran Edukatif Bertema Sumbu Filosofi Yogyakarta

Yogyakarta, Mei 2025 — Sebuah kolaborasi lintas negara dan lintas disiplin ilmu kembali terwujud dalam bentuk pameran pendidikan yang inspiratif bertajuk “Introducing the Next Generation to World Heritage: Warisan Budaya Sumbu Filosofi Yogyakarta”. Pameran ini merupakan hasil kerja sama antara Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya UGM, Prodi Konservasi Seni ISI Yogyakarta, dan Technische Universität Wien (TU Wien), Austria.

Program ini bukan sekadar pameran biasa, melainkan pengalaman edukatif yang dirancang untuk memperkenalkan nilai-nilai penting dari Sumbu Filosofi Yogyakarta — sebuah warisan budaya dunia — kepada generasi muda, khususnya pelajar sekolah dasar dan menengah. Dengan mengusung semangat “learning through play”, pameran ini menghadirkan pendekatan kreatif dalam penyampaian materi budaya.

Dalam proyek ini, mahasiswa mata kuliah Sastra Anak dari Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia berperan sebagai pencipta cerita dan narator yang menyajikan storytelling seputar nilai dan simbolisme dari Sumbu Filosofi Yogyakarta. Sementara itu, mahasiswa dari Prodi Konservasi Seni bertugas merancang dan membuat berbagai properti interaktif yang mendukung cerita.

Kolaborasi mahasiswa dua program studi ini kemudian dilengkapi dengan keterlibatan dosen dari TU Wien, Austria. Bersama-sama, mereka merancang aktivitas interaktif berbasis permainan edukatif yang menarik bagi anak-anak sekolah. Anak-anak tidak hanya mendengarkan cerita, tetapi juga diajak menjelajahi simbol-simbol kebudayaan melalui kegiatan seperti permainan papan, peta interaktif, hingga simulasi perjalanan sumbu imajiner Yogyakarta: Gunung Merapi – Keraton – Laut Selatan.

Dr. Novi Siti Kussuji Indrastuti, M.Hum., selaku Sekretaris Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia sekaligus pengampu mata kuliah Sastra Anak, menekankan pentingnya pengenalan budaya kepada anak-anak melalui pendekatan naratif dan kreatif. “Kegiatan ini menjadi laboratorium praktik yang menyenangkan bagi mahasiswa, sekaligus sarana mengenalkan warisan budaya pada generasi masa depan,” ujarnya.

Di sisi lain, Dr. Dona Hapsari, Ketua Prodi Konservasi Seni, menyampaikan apresiasi atas semangat kolaboratif mahasiswa yang mampu menerjemahkan unsur budaya menjadi pengalaman visual yang komunikatif bagi anak-anak. Proyek ini juga mendapat arahan langsung dari Nano Suwarsono, S.Sn., serta dukungan konseptual dari Ulrike Herbig, Ph.D., perwakilan dari TU Wien, Austria, yang turut hadir sebagai mitra pendamping.

Kegiatan ini menunjukkan bagaimana pendidikan, budaya, dan kerja sama internasional dapat bersinergi menciptakan ruang-ruang pembelajaran yang inovatif. Tak hanya menyampaikan pengetahuan, pameran ini membangkitkan rasa ingin tahu, keterlibatan aktif, dan kebanggaan akan warisan budaya Indonesia di tengah-tengah generasi muda global.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*